Kamis, 16 April 2015

PURBALINGGA, KABUPATEN JUJUR UJIAN NASIONAL 2015



Liputan6.com, Jakarta - 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengumumkan wilayah di Indonesia yang paling jujur dalam menyelenggarakan ujian nasional (UN). Tercatat sekolah-sekolah di 52 kabupaten/kota mendapatkan indeks kejujuran tinggi.

"Kabupaten/kota di seluruh Indonesia dilihat data UN 2010-2014 selama 5 tahun dipantau dilihat polanya lalu daerah indeks integritas di atas 90," ujar Anies di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Anies mengatakan, angka 90 pada indeks menunjukkan 90% siswa di wilayah itu sudah menjalankan ujian nasional secara jujur. Sedangkan 10% lainnya terlihat pola yang diduga merupakan hasil kerja sama antar-siswa atau lebih dikenal dengan nyontek.

"Makin tinggi indeksnya makin jujur. Rumus detail ditunjukan setelah ujian ini selesai," imbuh dia.

Indeks kejujuran ini dipublikasi agar para siswa termotivasi untuk mengerjakan ujian nasional dengan percaya diri tanpa harus menyontek. Terlebih, nilai UN kini bukan menjadi syarat kelulusan siswa.

"Inilah contoh baik. Kita berharap UN-nya jujur. Kita ingin sampaikan untuk perbaikan ke depan. Hanya ingin secara terbuka, ini revolusi mental yang harus dilakukan bukan nilai akademis tapi kejujuran," tutup Anies Baswedan.

Adapun 52 kabupaten/kota itu yakni Lingga, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Pangandaran, Sukabumi, Kota Bogor, Banjarnegara, Cimahi, Banyumas, Blora, Cilacap, Karanganyar, Kebumen, Klaten, dan Magelang.

Lalu, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Semarang, Sukoharjo, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, Kota Magelang, Salatiga, Surakarta, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Yogyakarta, Kayong Utara, dan Mahakam Ulu.

Kemudian, Lombok Utara, Ende, Flores Timur, Lembata, Sikka, Banggai Laut, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Dogiayi, Intan Jaya, Memberamo Raya, Membramo Tengah, Nduga, dan Puncak. (Mut)

Rabu, 15 April 2015

Tetap dapat SHUN walau nilai UN jelek .....di bawah standar



Jakarta, Kemendikbud — Setiap siswa yang telah mengikuti ujian nasional (UN) berhak mendapatkan sertifikat hasil UN (SHUN). Berapapun nilai yang diperoleh, sekolah wajib menyerahkan SHUN kepada siswa. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Nizam, usai rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, di kantor DPR RI, Senin (06/04/2015).
“Berapapun nilai (UN) nya (SHUN-nya) tetap keluar. Sekolah tidak boleh ada alasan untuk menahan SHUN,” katanya.
Nizam mengatakan, sekolah bisa mengumumkan kelulusan siswa setelah hasil UN diterima. Tujuannya, agar siswa tetap memenuhi kewajiban untuk mengikuti UN. Jika siswa tersebut belum memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) yang ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), yaitu 55, siswa memiliki pilihan untuk mengulang UN kembali atau tidak. Apabila siswa memilih untuk mengulang, maka setelah ujian ulang siswa akan menerima sertifikat hasil perbaikan UN.
Nizam menegaskan, berapapun nilai yang diperoleh peserta UN tidak memengaruhi kelulusan maupun kesempatannya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Karena untuk masuk ke perguruan tinggi, kata dia, ada faktor lain yang menjadi ukuran. UN hanya dilihat sebagai salah satu pertimbangan. Nizam mencontohkan, jika siswa tersebut memiliki nilai rapor sembilan sementara nilai UN nya empat, maka terdapat indikasi bahwa sekolah tersebut obral nilai kepada siswa.
Hasil UN akan diserahkan kepada perguruan tinggi bersamaan dengan indeks integritas setiap sekolah. Hasil tersebut akan diserahkan pada 2 Mei. Sedangkan pengumuman kelulusan, akan dilakukan pada 15 Mei.
SKL 55 yang telah ditetapkan BSNP ditujukan bagi enam mata pelajaran yang diujikan. Siswa yang mendapat nilai UN di bawah SKL bisa mengulang UN di tahun 2016 mendatang. Namun demikian, meskipun nilai UN di bawah SKL, siswa tetap mendapat SHUN dan tidak diwajibkan untuk mengulang.

Usulan PGRI dipenuhi Pemerintah


Pengurus PGRI Yth. Usul PGRI yg tertuang dalam surat No 506/Um/PB/XXI/2014 tertanggal 29 Oktober 2014 perihal Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan secara terintegrasi di bawah satu unit utama, telah dipenuhi oleh pemerintah. Telah terbit Perpres No. 14/2015 ttg Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 21 Januari 2015. Berdasarkan Perpres tersebut terdapat 8 unit utama Kemendikbud, salah satunya adalah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Semoga urusan guru menjadi semakin baik. Terima kasih, Salam, Sulistiyo (Ketua Umum PB PGRI).

Bukti Bahwa PGRI tetap berjuang.......


Pada tanggal 6 April 2015 PB PGRI melaksanakan pertemuan koordinasi (audiensi) dengan Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo dan pada 19 Maret 2015 dengan Wapres RI, Bapak Jusuf Kalla.
Banyak hal yg diusulkan oleh PB PGRI berkait dengan pendidikan, guru, dan tenaga kependidikan. Materi usulan selengkapnya ada di Web PB PGRI. Antara lain tentang pemenuhan kebutuhan guru, khususnya guru SD, penyelesaian persoalan guru honorer, guru swasta, guru madrasah, guru bantu, guru TK/PAUD, pengawas/penilik, tenaga kependidikan, sertifikasi dan pembayaran TPG bersama gaji, peningkatan kualifikasi, beban mengajar 24 jam, jumlah murid minimal dalam kelas, revisi pedoman pembayaran TPG, revisi PP 74/2008, revisi Permenegpan dan RB No. 16/2009, dan lain-lain. Alhamdulillah responnya baik, beberapa usulan dipastikan ditindaklanuti/dipenuhi. Salam, Sulistiyo (Ketua Umum PB PGRI).

Rabu, 11 Maret 2015

Pembekalan Pengurus Cabang PGRI 2015

 


Menindaklanjuti Konferensi kerja PGRI Provinsi Jawa Tengah tahun pertama masa bakti ke-2 yang berlangsung di Semarang tanggal 7 dan 8 Maret 2015, maka Pengurus PGRI Kabupaten Purbalingga juga segera memberikan pembekalan bagi Pengurus Cabang / Cabang Khusus yang rencana akan diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015 bertempat di Aula PGRI Kabupaten Purbalingga.
Sarjono S.Pd, M.Si ketua PGRI Kabupaten Purbalingga menyatakan bahwa pembekalan ini sebagai amanat Organisasi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga sebelum dilaksanakan Konferensi Kerja. Pengurus Cabang yang baru akan diberi arahan dan pembekalan tentang tugas pokok dan fungsinya sehingga roda organisasi dapat berjalan optimal dan menjadi semakin baik dibandingkan dengan kepengurusan sebelumnya. Sebagaimana diketahui bahwa setelah marathon selama tiga bulan, kegiatan konferensi cabang / cabang khusus  PGRI telah dilakukan di hampir semua Kecamatan dan cabang khusus dan telah terbentuk kepengurusan.Setiap Cabang atau Cabang Khusus mengirimkan enam (6) orang pengurus yang terdiri dari Pengurus Harian ditambah dengan Sekretaris Bidang Organisasi dan Kaderisasi. Sehingga kesempatan yang baik ini agar tidak disia-siakan oleh Pengurus Cabang. Tema pembekalan mengacu padakesiapan konferensi kerja yakni dalam upaya mewujudakan revolusimental melalui peran strategis guru dangn PGRI. Selamat mengikuti pembekalan. Hidup Guru. Hidup PGRI.

Rabu, 14 Januari 2015

Konferensi XXI PGRI Cabang Kalimanah Tahun 2014


Bertempat di aula KPRI Segar Kecamatan Kalimanah telah diselenggarakan Konferensi Cabang PGRI XXI sebagai amanat organisasi dengan memantapkan PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru Indonesia untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu. Hadir dalam acara tersebut Camat Kalimanah yang diwakilkan oleh Sekretaris Camat, Kepala UPT Disdik, Ketua dan Pengurus PGRI Kabupaten dan utusan ranting serta ranting khusus. Ketua PGRI Kabupaten Sarjono S.Pd M.Si dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa kepengurusan PGRI yang akan datang harus mampu mewujudkan visi misi organisasi. Pengurus harus mampu meluangkan waktu untuk organisasi karena ada kecenderungan setelah duduk di organisasi lalu sekedar status. Tidak terlibat aktif. Program peningkatan mutu profesi anggota , perekrutan anggota, komunikasi organisasi, perlindungan anggota harus dijabarkan dan dilaksanakan lebih detail. Ketua PGRI Kabupaten menyampaikan terimakasih kepada pengurus lama yang telah berjuang pada organisasi. Dalam laporannya , calon Pengurus Cabang Kalimanah berjumlah 27 orang terdiri dari 15 calon putra dan 12 putri. Sebuah rekor dibanding periode yang lalu. Selamat ber konferensi.....

Minggu, 23 November 2014

Rangkaian HGN 2014 dan HUT PGRI - 69

PERINGATAN HARI GURU NASIONAL
DAN HARI ULANG TAHUN PGRI KE 69 PGRI
KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2014
 “ Menyambut Gerakan Indonesia Woow”

Purbalingga , 25 November 2014 (PGRI)
Menyambut peringatan Hari Guru Nasional dan Ulang Tahun PGRI ke-69, PGRI Kabupaten Purbalingga melaksanakan rangkaian kegiatan sebagai amanat dan tindak lanjut Program Tahun 2014. Kegiatan tersebut meliputi berbagai bidang dimulai dari perekrutan anggota, kegiatan Sosial berupa Kerja Bakti dan Penanaman Pohon di kompleks Gedung PGRI, Kunjungan / Anjangsana ke anggota PGRI yang sedang sakit di rumah sakit, Donor Darah dan Tabur Bunga ke Makam Tokoh Pendidikan Purbalingga yakni alm. Prof DR. Soegarda Purbakawatja . Kegiatan ilmiah berupa lomba karya tulis ilmiah yang diikuti oleh Guru SD, SMP dan SMK. Sedangkan di bidang Seni dan Oleh Raga meliputi Lomba antar Cabang Bola Volley , Tenis Meja, Bulu Tangkis. Di bidang Seni dilaksanakan Lomba Trio Keroncong, dan Lomba Macapat. Puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke – 69 tingkat Kabupaten Purbalingga akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 25 November 2014 dalam bentuk Upacara dengan Pembina Upacara Bupati Purbalingga, Drs Sukento Ridho Marhaendrianto MM yang akan membacakan amanat Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah yang berjudul Surat untuk Ibu dan Bapak Guru dari Mendikbud. . 
Dalam Upacara tersebut juga diberikan secara simbolis Dana Pensiun PGRI bagi Anggota dan Ahli Warisnya , Kartu Tanda Anggota PGRI bagi anggota baru, Kartu Keluarga Sejahtera dari Pemerintah melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta acara tambahan berupa penampilan PBB Variasi Formasi, Kolaborasi SMK Negeri 1 Purbalingga, SMK Negeri 3 Purbalingga dan SMP Negeri 2 Kalimanah.
Ketua Umum Pengurus PGRI Kabupaten Purbalingga, Sarjono S.Pd, M.Si menyatakan bahwa hendaknya Guru semakin meningkatkan pengabdian dan profesionalitasnya dalam melaksanakan tugasnya. Pemerintah telah memberikan perhatian yang lebih bagi Guru. Sesuai tema peringatan tahun ini yakni Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru, sudah semestinya Guru mendukung Gerakan Revolusi Mental bangsa yang dimulai dari diri sendiri. Juga tetap optimis, Smart, member pelayanan yang baik dengan mendukung Gerakan INDONESIA Wow, sebuah gerakan yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja dan berkarya secara positif, resmi dan diprakarsai juga oleh Mendikbud dalam rangka juga menghargai para Guru. Gerakan itu mendorong segenap anak bangsa untuk berkontribusi positif dalam pembangunan tanpa memikirkan perbedaan pandangan politik. mengedepankan optimisme bagi masa depan Indonesia. Yang penting semangatnya. Dan tahun ini PGRI Kabupaten Purbalingga telah menunjukkan geliat dan antusiasnya terutama tercermin dalam struktur kepengurusan yang mewakili semua tingkatan pendidikan serta kemenag serta Gerakan bahu membahu dalam menyiapkan peringatan secara meriah. 

Dirgahayu Hari Guru Nasional dan Ulang Tahun PGRI ke 69.

(Heru Prayitno M.Si. Sekbid Infokom)